Welcome to my blog...blog ini dibuat sekedar untuk mengisi waktu dan Menyalurkan hobby saya yang suka berlama-lama depan komputer.
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2008

@Peraih NobeL Ekonomi:Pengikut AS,Bersiaplah Hadapi Kehancuran

. Minggu, 12 Oktober 2008
0 komentar


Pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi Joseph Stiglitz mengingatkan negara-negara yang selama ini meniru sistem kapitalisme gaya Amerika, bersiap-siaplah untuk menghadapi "kehancuran" ekonominya. Ia mengatakan, upaya penyelamatan yang diumumkan pemerintahan George W. Bush berupa kucuran dana sebesar 700 milyar dollar serta rencana nasionalisasi sejumlah bank merupakan tanda-tanda kematian sistem kapitalisme ala AS.

"Orang-orang di seluruh dunia dulu sangat mengagumi sistem perekonomian kita, dan kami mengatakan jika anda ingin seperti kami, inilah hal-hal yang harus kalian lakukan--serahkan kekuasaan pada pasar. Yang jadi persoalan sekarang, mereka yang tidak menghormati model itu lagi yang kini menjadi penyebab krisis ini terjadi," kata Stiglitz pada Washington Post .

Hari Jumat kemarin, Presiden Bush mengumumkan rencana penyelamatan baru senilai 700 milyar dollar dan untuk pertama kalinya pemerintah AS memberikan otorisasi pada Departemen Keuangannya untuk membeli bukan hanya pinjaman-pinjaman hipotek yang macet, tapi juga bank-bank yang bermasalah.Kebijakan nasionaliasi secara parsial dalam industri perbankan, merupakan langkah baru yang diambil pemerintahan Bush dari sejumlah langkah yang dilakukan untuk menstabilkan perekonomiannya akibat hantaman badai krisis keuangan. Meski langkah nasionalisasi tersebut oleh sejumlah kalangan dianggap sebagai langkah yang kurang perhitungan.

Sejauh ini, pemerintah AS sudah mengambil alih lembaga-lembaga pinjaman seperti Fannie and Freddie Mac serta memberikan kucuran dana untuk menyelamatkan perusahaan asuransi terbesar di AS, AIG.Lebih lanjut Stiglitz mengatakan, krisis keuangan di AS yang menjalar menjadi krisis keuangan global bahkan lebih buruk dari Great Depression pada era 1930-an membuka mata masyarakat internasional akan rapuhnya sistem kapitalisme yang dianut Negeri Paman Sam. Sistem ini terbukti, pada akhirnya hanya membuat mereka yang menganutnya menjadi sengsara.

"Setiap orang merasa, penderitaan yang mereka alami sekarang karena ulah kami," ujar Stiglitz.

Dunia kini sedang mengkhawatirkan akan terjadinya resesi global, melihat kondisi sejumlah bursa saham di dunia ikut anjlok mulai dari Eropa, Asia sampai Timur Tengah. Sejumlah negara bahkan sempat menghentikan perdagangan di bursa sahamnya, antara lain Rusia, Austria, Islandia, Rumania, Ukraina, Brazil termasuk Indonesia.
Di Korea, Menteri Keuangan Korea Selatan sampai mengatakan,"Banyak orang Korea bertanya, bagaimana bisa negara Amerika Serikat bisa menjadi begitu lemah."
Pada akhirnya, moral negara besar seperti AS yang selama ini membangga-banggakan sistem kapitalisme yang dianutnya ke berbagai negara di dunia, dipertanyakan setelah AS sendiri tidak mampu membuktikan bahwa model ekonomi yang dianutnya adalah model ekonomi yang bisa mensejahterakan umat manusia.

Negara-negara yang selama ini, menghindar dari ajakan AS untuk mengikuti model ekonominya, terbukti tidak terlalu terpengaruh dengan krisis keuangan global yang terjadi saat ini. Direktur Peterson Institute for International Economics, C. Fred Bergsten mencontohkan salah satu negara itu adalah China.

"Jika Anda melihat di seluruh dunia, China jauh lebih baik sekarang dibandingkan AS. China, yang selama ini bertahan untuk tidak mengikuti seruan Washington dan Wall Street agar mengadopsi gaya kapitalisme Amerika, nampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh kehancuran ekonomi yang terjadi saat ini," papar Bergsten.

Kini sudah saatnya, masyarakat dunia, termasuk Indonesia, tidak lagi mengekor AS dalam sistem perekonomiannya. Amerika dan sistem kapitalisme sudah mati, dan saatnya melirik alternatif sistem perekonomian yang lebih manusiawi dan beradab, salah satunya sistem perekonomian Syariah.

Baca Selengkapnya »»

Kamis, 09 Oktober 2008

@Negara Islandia terancam Bangkrut

. Kamis, 09 Oktober 2008
1 komentar

Bahwa bank-bank bangkrut, juga yang besar dan terkenal, tidak terdengar aneh di telinga, menyusul terjadinya krisis keuangan global. Tapi bahwa sebuah negara bisa bangkrut, itu mengejutkan banyak orang.

Banyak negara kelabakan karena dibebani terlalu banyak hutang. Tapi adalah keliru menganggap sebuah negara tidak bisa bangkrut karena ia adalah negara dan bukan perusahaan.

Christoph Ohler, profesor hukum publik dan hukum ekonomi internasional di Universitas Jena, Jerman mengatakan, "Sejarah menunjukkan semakin banyak negara yang menuju kebangkrutan. Baru-baru ini misalnya Ukraina atau Argentina terjerumus dalam kondisi pailit. Perbedaan menentukan dengan kebangkrutan perusahaan adalah tidak lazim sebuah negara jatuh pailit. Jadi tidak disebut pailit melainkan tidak mampu lagi membayar utang. Pembayaran dilanjutkan kelak, tergantung dari pulihnya ekonomi negara itu kembalinya negara itu dalam pasar modal internasional.“

Tampil sebagai debitur yang baik di pasar modal sama pentingnya bagi sebuah negara seperti bagi suatu perusahaan. Di satu pihak tergantung pada apakah ada negara yang mau meminjamkan dana segar, dan dengan prasyarat apa. Jika tidak ada pasokan dana, situasi di dalam negeri akan memburuk. Negara tidak bisa berinvestasi dan harus terus membatasi pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Semakin sedikit yang dilakukan di sektor ini, semakin berkurang kesempatan bagi negara itu untuk membebaskan diri dari krisis dengan kekuatannya sendiri.

Di samping itu, pupuslah status sebagai debitur yang baik, dan bertambahlah bunga untuk hutang yang ada. Semakin banyak uang yang harus dikeluarkan negara, untuk membayar hutang yang lama, semakin sedikit kebebasannya untuk bergerak sesuai keinginan sendiri. Semua itu kini juga mengancam Islandia, kata pakar hukum ekonomi internasional Christoph Ohler.

"Negara itu hanya memiliki 300.000 penduduk dan perekonomian yang sangat kecil. Ekonominya didominasi, selain oleh sektor perikanan, terutama oleh tiga bank internasional yang dalam beberapa tahun terakhir melakukan ekspansi secara besar-besaran. Hutang bank-bank ini tidak bisa lagi dibayar karena di pasar modal internasional bank-bank Islandia ini sudah dianggap tidak pantas diberi kredit. Pemerintah Islandia lalu mengumumkan nasionalisasi ketiga bank tersebut, dengan konsekuensi siap mengambilalih hutang ketiganya. Tapi, anggaran negara Islandia tidak bisa menanggung jumlah hutang sebesar itu.“Sebagai perbandingan, neraca transaksi ketiga bank itu 10 kali lebih besar dari produk domestik brutto Islandia yang mencapai sekitar 10 miliar Euro.

"Jadi, kita bicara tentang jumlah besar yang tidak akan bisa ditutupi oleh perekonomian Islandia, juga penerimaan pajak, jadi Islandia betul-betul membutuhkan bantuan luar negeri“, kata Ohler.

Ditambah lagi dengan masalah moneter. Mata uang Islandia dalam bulan-bulan terakhir merosot nilainya hampir 75%. Beban sangat besar bagi rakyat di pulau yang harus mengimpor hampir semua barang kebutuhan sehari-hari itu dan kini mengalami lonjakan harga.

Baca Selengkapnya »»

Rabu, 08 Oktober 2008

@Bursa Malaysia Mengalami Penurunan Relatif Lebih kecil dibanding ASia lain

. Rabu, 08 Oktober 2008
0 komentar



KEPANIKAN BURSA BERBAGAI NEGARA
Sao Paulo,BRASIL:Bursa saham di Sao Paulo, Brasil, dilanda kepanikan setelah indeks iBovespa turun hingga 4,26 persen, Selasa (7-10) waktu setempat. Kepanikan serupa juga terjadi di seluruh dunia, termasuk Bursa Efek Indonesia, yang akhirnya dihentikan sementara.(AFP/MAURICIO LIMA)

LONDON: Bursa saham di seluruh dunia terus anjlok, akibat ketakutan dampak berikutnya dari krisis keuangan global. Pada saat pembukaan pasar saham Eropa tercatat kerugian dramatis. Pemerintah Inggris merencanakan mengambil alih sejumlah bank terpenting, untuk stabilisasi sektor perbankan di negara itu. Menteri keuangan Alistair Darling mengumumkan, pemerintah akan menggunakan uang pajak senilai 50 milyar Pound untuk membeli sebagian saham bank terbesar di Inggris. Selain itu disiapkan anggaran 200 milyar Pound untuk kredit jangka pendek. Sebelumnya kurs saham di Asia juga runtuh. Setelah terjadi panik penjualan saham di bursa Tokyo, index saham Nikkei pada penutupan pasar merosot nilainya 9,4 persen. Juga bursa New York anjlok. Bank Sentral AS mengumumkan akan menurunkan tingkat suku bunga.

JAKARTA: Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham karena penurunan indeks yang terlalu besar mencapai 10,38% pada Rabu (8-10). Penghentian sementara (suspend) ini baru pertama kali terjadi terkait penurunan indeks yang tajam.Otoritas bursa saham belum memutuskan apakah perdagangan di BEI akan dibuka atau tidak pada Kamis (9-10). "Kami akan melihat dahulu perkembangan pasar di bursa regional yang hari ini (Rabu, 8-10) juga banyak yang berjatuhan," kata Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah di Jakarta, Rabu (8-10).

BEI melakukan suspensi perdagangan pada pukul 11.06 karena indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tajam 168,052 poin menjadi 1.451,669 dan indeks LQ45 terkoreksi 38,261 atau 11,86% ke posisi 284,236.Penurunan indeks BEI ini mengikuti bursa global regional yang diakibatkan krisis keuangan AS, apalagi The Fed, bank sentral AS, juga tidak bisa meyakinkan para investor sehingga bursa AS dengan indeks Dow Jones-nya yang melorot 5,11% atau 508,38 poin menjadi 9.447,11.

Anjloknya bursa AS ini langsung diikuti bursa regional dan termasuk Indonesia yang terkoreksi paling dalam sehingga suspensi diberlakukan oleh otoritas bursa.Sementara itu, kebijakan manajemen BEI menghentikan perdagangan saham dinilai merupakan langkah tepat untuk menjaga kepentingan yang lebih besar, terutama terhadap pasar modal maupun industri reksadana.Pengamat pasar modal Edwin Sinaga mengatakan hal ini juga untuk menjaga dana asing yang ditempatkan di pasar Indonesia tidak makin besar keluarnya.

"Indeks yang turun tajam itu terutama diakibatkan krisis keuangan global mendorong managemen BEI segera menghentikan perdagangan saham untuk menjaga indeks tidak turun lebih jauh," kata Edwin di Jakarta.

TOKYO;Kepanikan juga terjadi di Bursa Asia. Kemarin terjadi kepanikan penjualan (panic selling) saham setelah para investor khawatir terhadap krisis finansial global. Bursa-bursa utama Asia tumbang dengan penurunan rata-rata di atas 5%.Bursa Tokyo yang merupakan bursa terbesar di Asia mengalami penurunan terbesar dalam satu hari sebesar 9,38%. Penurunan itu merupakan yang terburuk sejak penurunan sebesar 14,9% pada 20 Oktober 1987. Indikator utama Tokyo Stock Exchange (TSE), indeks Nikkei-225, anjlok 952,58 poin, dan berakhir pada 9.203,32. Bahkan, indeks Nikkei sempat turun hingga 9,81%.

HONGKONG:Hal serupa terjadi di bursa Hong Kong yang ditutup turun 8,2%. Indeks Hang Seng turun 1.372,03 poin menjadi 15.431,73, level terendah selama lebih dari dua tahun."Bursa Hang Seng turun 8,2% setelah kekhawatiran tentang kerapuhan sistem perbankan global menelan investor di kawasan Asia," kata para pedagang seperti dikutip AFP.

SINGAPURA;Adapun bursa Singapura yang biasanya lebih stabil ikut menelan pil pahit, kemarin. Indeks saham Singapura merosot 6,61% mengikuti penurunan dramatis di bursa kawasan. Indeks Straits Times ditutup turun 143,94 poin menjadi 2.033,61. Sementara itu, indeks Kospi di Korea anjlok 5,81% ke level 1.286,69.

MALAYSIA;Di sisi lain, bursa Malaysia mengalami penurunan relatif lebih kecil jika dibanding dengan bursa Asia lain. Indeks harga saham gabungan bursa Kuala Lumpur melemah 27,04 poin (2,7%) menjadi 970,19, dengan level terendah 959,49 poin

Baca Selengkapnya »»
 

Label

Nama_Blog_Anda is proudly powered by Blogger.com | @CopyRight 2008