Welcome to my blog...blog ini dibuat sekedar untuk mengisi waktu dan Menyalurkan hobby saya yang suka berlama-lama depan komputer.
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2009

@Singkatan-Singkatan Bhs Inggris Dalam Chatting

. Minggu, 16 Agustus 2009
0 komentar

AFAIK -- As Far As I Know
AFK -- Away From Keyboard
ASAP -- As Soon As Possible
BAS -- Big A** Smile
B4 -- Before
BBL -- Be Back Later
BBN -- Bye Bye Now
BBS -- Be Back Soon
BEG -- Big Evil Grin
BF -- Boyfriend
BIBO -- Beer In, Beer Out
BRB -- Be Right Back
BTW -- By The Way
BWL -- Bursting With Laughter
C&G -- Chuckle and Grin
CICO -- Coffee In, Coffee Out
CID -- Crying In Disgrace
CNP -- Continued (in my) Next Post
CP -- Chat Post(a chat message)
CRBT -- Crying Real Big Tears
CSG -- Chuckle Snicker Grin
CYA -- See You (Seeya)
CYAL8R -- See You Later (Seeyalata)
CUL8R -- See You Later
DLTBBB -- Don't Let The Bed Bugs Bite
EG -- Evil Grin
EMSG -- Email Message
FC -- Fingers Crossed
FTBOMH -- From The Bottom Of My Heart
FYI -- For Your Information
FWIW -- For What It's Worth
GAL -- Get A Life
GF -- Girlfriend
GFN -- Gone For Now
GMBA -- Giggling My Butt Off
GMTA -- Great Minds Think Alike
GR8 -- Great
GTSY -- Glad To See You
H&K -- Hug and Kiss
HABU -- Have A Better 'Un
HAGN -- Have A Good Night
HAGU -- Have A Good 'Un
HHIS -- Hanging Head in Shame
HUB -- Head Up Butt
IAE -- In Any Event
IC -- I See
IGP -- I Gotta Pee
IMNSHO -- In My Not So Humble Opinion
IMO -- In My Opinion
IMCO -- In My Considered Opinion
IMHO -- In My Humble Opinion
IOW -- In Other Words
IRL -- In Real Life
IWALU -- I Will Always Love You
IWO -- In Other Words
JMO -- Just My Opinion
JTLYK -- Just To Let You Know
KIT -- Keep In Touch
KOC -- Kiss On Cheek
KOL -- Kiss On Lips
L8R -- Later
L8R -- G8R Later 'Gater
LHM -- Lord Help Me
LHO -- Laughing Head Off
LHU -- Lord Help Us
LMAO -- Laughing My A$$ Off
LMSO -- Laughing My Socks Off
LTNS -- Long Time No See
LOL -- Laugh Out Loud
LSHMBB -- Laughing So Hard My Belly is Bouncing
LSHMBH -- Laughing So Hard My Belly Hurts
LSHTTARDML -- Laughing So Hard The Tears Are Running Down My Leg
LTNS -- Long Time No See
LTS -- Laughing To Self
LUWAMH -- Love You With All My Heart
LY -- Love Ya
MTF -- More To Follow
NRN -- No Reply Necessary
NADT -- Not A Darn Thing
OIC -- Oh, I See
OL -- Old Lady (significant other)
OM -- Old Man (significant other)
OTOH -- On The Other Hand
OTTOMH -- Off The Top of My Head
PDS -- Please Don't Shoot
PITA -- Pain In The A**
PM -- Private Message
PMFJI -- Pardon Me For Jumping In
PMP -- Peed My Pants
POAHF -- Put On A Happy Face
QSL -- Reply
QSO -- Conversation
QT -- Cutie
ROFL -- Rolling On Floor Laughing
ROFLAPMP -- ROFL And Peeing My Pants
ROFLMAO -- ROFL My A** Off
ROFLMAOAY -- ROFLMAO At You
ROFLMAOWTIME -- ROFLMAO With Tears In My Eyes
ROFLUTS ROFL -- Unable to Speak
RTFM -- Read The F****** Manual!
SETE -- Smiling Ear To Ear
SHID -- Slaps Head In Disgust
SNERT -- Snot-Nosed Egotistical Rude Teenager
SO -- Significant Other
SOT -- Short Of Time
SOTMG -- Short Of Time Must Go
STR8 -- Straight
SWAK -- Sealed With A Kiss
SWAS -- Scientific Wild A** Guess
SWL -- Screaming with Laughter
SYS -- See You Soon
TA -- Thanks Again
TGIF -- Thank God It's Friday
TCOY -- Take Care Of Yourself
TILII -- Tell It Like It Is
TNT -- Till Next Time
TOY -- Thinking Of You
TTFN -- Ta Ta For Now
TTYL -- Talk To You Later
WAS -- Wild A** Guess
WB -- Welcome Back
WTH -- What/Who The Heck (or sub an 'F' for the 'H'
YBS -- You'll Be Sorry
YG -- Young Gentleman
YL -- Young Lady
YM -- Young Man

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 04 Oktober 2008

@KemanduLan 30%-50% terjadi pada suami

. Sabtu, 04 Oktober 2008
1 komentar

TERNYATA infertilitas atau ketidaksuburan sebagai penyebab tertunda memiliki keturunan tidak boleh semata dialamatkan pada istri. Beberapa laporan menyatakan bahwa 10%--15% pasangan infertil dari populasi pasangan suami istri.

Dari kasus pasangan infertil, ternyata suami merupakan penyebab cukup besar, yaitu 30%--50%. Bahkan ditemukan 74% pada infertilitas primer dan 68% pada infertilitas sekunder.

Demikian data yang dicuplik dari pidato ilmiah Dr. Sutyarso, M. Biomed., yang disampaikan dalam acara Dies Natalis ke-43 Universitas Lampung, 23 September lalu. Sutyarso, dosen Fakultas Kedokteran tersebut, mengatakan belum berhasilnya kehamilan bukan hanya dibebankan kepada pihak wanita saja, karena faktor penyebab infertilitas dapat berasal dari suami atau keduanya secara bersama. Data yang diperoleh bahwa 30%--40% penyebab berasal dari kedua pihak, faktor pria saja sekitar 45%, sedangkan faktor istri saja mencapai 55%.

Pasangan infertil ialah pasangan yang dengan senggama teratur tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun berturut-turut, belum juga menghasilkan kehamilan. Dari tahun ke tahun makin banyak laporan adanya pasangan suami istri infertil. Diperkirakan tiap tahun bertambah 2 juta pasangan infertil. Inferilitas dapat menyebabkan penderitaan dan ketidakharmonisan kehidupan berkeluarga.

Terapi infertilitas pada pria dapat berdasarkan pada 3 kelompok gangguan, yaitu gangguan produksi spermatozoa yang dimanifestasikan oleh adanya perubahan pada jumlah spermatozoa. Kedua, gangguan kualitas spermatozoa yang meliputi abnormalitas motilitas, morfologi, viskositas atau volume cairan semen. Ketiga, gangguan transportasi spermatozoa.

Ketiganya dapat berupa kelainan anatomis, misalnya varikokel, kriptorkismus, obstruksi saluran pengeluaran mislanya peradangan TBC, gonore, iatrogenik misalnya pascaoperasi hernia, genetik misalnya sindrom klinefelter, destruksi sel epitel germinal misal pemakaian petisida tertentu, peningkatan temperatur skrotum akibat mandi air panas, imunologi atau adanya antibodi spermatozoa, gangguan ejakulasi misal ejakulasi retrograde. Penggunaan mariyuana yang dapat menurunkan level hormon testosteron dan menyebabkan abnormalitas spermatogenis atau motilitas, morfologi dan jumlah spermatozoa, infeksi akut yang ditandai dengan adanya leukosit di dalam semen atau akibat efek samping pemakaian obat.

Selain itu beberapa faktor penyebab infertilitas pada pria yang dapat memengaruhi kesuburan di kemudian hari, antara lain dapat disebabkan oleh kelainan testis, undescended testis atau cryptochidism, hernia inguinalis, hidrokel, peradangan testis, mikrotestis bilateral dan unilateral.

Kelainan yang berhubungan dengan testis lambat laun akan memengaruhi kualitas testis itu sendiri yang akhirnya akan memengaruhi produksi spermatozoa. Melihat kompleks dan panjangnya proses serta lama pembentukan spermatoza yang matang maka berbagai kelainan sebenarnya mudah terjadi.

Telah lama diketahui bahwa peranan testis dalam proses reproduksi sangat penting bagi seorang pria. Penggolongan tingkat perkembangan sel-sel spermatogenik merupakan masalah fungsi testis sebagai penghasil spermatozoa. Konsistensi atau tidaknya kelangsungan proses spermatogenesis akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan pria.

Testis juga berfungsi sebagai kelenjar endokrin, mengundang banyak masalah terutama mengenai infertilitas pada pria, yaitu yang kaitannya dengan reproduksi spermatozoa atau fungsi kelenjar asesoris yang merupakan elemen dari sistem reproduksi pria. Seperti diketahui, kelangsungan spermatogenesis maupun fungsi organ reproduksi lainnya, dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh hormon gonadotropin maupun hormon yang diproduksi oleh testis itu sendiri.

Pemeriksaan suami, di antaranya meliputi riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium tambahan. Riwayat penyakit suami antara lain riwayat fungsi testis serta kelemahannya, frekuensi cukur janggut, frekuensi ereksi pagi spontan, penurunan libido, gangguan penciuman dan sindroma Kallmann (definisi testosteron). Pemeriksaan juga dilakukan terhadap suara, rambut, saraf olfaktorius, dada, testis dan organ sekitarnya. Pemeriksaan laboratorium meliputi analisis semen (pemeriksaan komposisi air mani), pemeriksaan tambahan lain sesuai keperluan yaitu pemeriksaan endokrin, ultrasonografi (USG), biopsi testis, sitogenetik, dan uji fungsi spermatozoa.

Sejumlah kasus infertilitas pria dapat diperbaiki dengan terapi medis (obat) atau tindakan bedah, tetapi ada yang tidak dapat diobati dengan kedua cara tersebut. Mereka membutuhkan teknologi reproduksi berbantuan (assisted reproductive technology--ART) dari yang sederhana, yaitu inseminasi buatan hingga yang lanjut (intra cytoplasmic sperm injection--ICSI).

Terapi yang rasional untuk infertilitas pria membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang biologi spermatogenesis, anatomi, dan faal sistem reproduksi pria dan pengaturan hormon yang berperan dalam proses spermatogenesis. Terapi infertilitas pria berdasarkan 3 kelompok kelainan yang ditemukan berdasarkan atas hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium khususnya hasil analisis semen.

kebanyakan dalam rumah tangga,selalu istri yang jadi kambing hitam penyebab tidak punya momongan,semoga dengan thread ini bisa menjawab semua asumsi bahwa istrilah penyebab utama tidak punya momongan..semoga bermanfaat....

Baca Selengkapnya »»

Senin, 22 September 2008

@ukuran normal Mr.P

. Senin, 22 September 2008
0 komentar

UMUMNYA ukuran Mr P saat berereksi selalu dikaitkan dengan etnik tertentu. Seringkali etnik Kaukasia disebut memiliki ukuran Mr P yang lebih besar dari etnik China, India, dan Melayu. Benarkah?

Menurut Wimpie Pangkahila dari bukunya Seks yang Membahagiakan, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Adaikan terhadap pria dewasa di Singapura pada tahun 2000 menunjukkan ukuran panjang rata-rata sekira 8 cm pada saat tidak ereksi, yang bertambah menjadi sekira 12 cm pada saat ereksi. Ukuran lingkar Mr P sekira 8,5 cm pada saat tidak ereksi dan sekira 11 cm pada saat ereksi.

Penelitian itu juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara penis pria dari etnik China, India, dan Melayu, baik pada saat tidak ereksi maupun saat ereksi.

Penelitian ukuran Mr P terhadap etnik Kaukasia yang dilakukan oleh Welles dan kawan-kawan pada tahun 1996 menunjukkan ukuran panjang rata-rata Mr P 8,8 cm dalam keadaan tidak ereksi dan menjadi 12,9 cm pada saat ereksi. Ukuran lingkarnya 9,7 cm dalam keadaan tidak ereksi dan menjadi 12,3 cm pada saat ereksi.

Dari data di atas tampak bahwa ukuran penis pada umumnya tidak terlalu jauh berbeda antar etnik. Data ini sekaligus membantah informasi yang salah, yang seakan-akan telah menjadi mitos bahwa etnik tertentu mempunya ukuran Mr P yang luar biasa.
   

Baca Selengkapnya »»
 

Label

Nama_Blog_Anda is proudly powered by Blogger.com | @CopyRight 2008